Penerapan Rumus AIDA dalam iklan Pemasaran Above The Line

Dalam iklan, promosi, serta konsep pemasaran dan bisnis, perlu adanya penerapan rumus AIDA.

Setelah pada artikel yang lalu kita pelajari apa itu Promosi Above The Line, Below The Line dan Trought The Line sekarang kita belajar mengenai Rumus AIDA, dan penerapannya dalam iklan pemasaran.

Penerapan Rumus AIDA dalam iklan pemasaran Above The Line

Lihat papan iklan ini…

penerapan rumus aida dalam iklan

Iklan ini mengandung unsur dalam Rumus AIDA

Apa itu Rumus AIDA ?

AIDA adalah singkatan dari Attention, Interest, Desire dan Action to buy.

Bagaimana kita mengukur bahwa iklan kita tepat dan mengandung Rumus AIDA ?

Oke, mati kita bahas satu – persatu..

Attention !!

Rumus Attention adalah bagaimana sebuah iklan mampu menarik perhatian orang saat pertama kali melihatnya.

Lihat iklan pasta gigi tadi ? Menarik bukan..?

Atau lihat iklan Roundtag Banner di sepanjang jalan ini..

iklan beli rumah dapat istri

Bikin penasaran ya..?

Kita pasti penasaran, kok beli rumah dapat istri..? Mana foto yang di pajang di banner itu cantik lagi… Heemmm… Rasanya tuh pingin berhenti di jalan dan membaca iklan ini untuk mengetahui maksud dari iklan tersebut.

Itulah headline dan bahasa iklan.. !!

Eh.. Setelah di teliti lagi, ternyata I.S.T.R.I. itu adalah singkatan dari Interior, Speedy, Telepon, Refrigerator, Ipad.

Binggo…!!   Cerdas sekali iklannya…

Apakah ini penipuan..?

Bukan..!

ini adalah bahasa iklan dengan penerapan rumus AIDA, mencari perhatian audience.

Demikian juga dengan judul iklan baris ataupun artikel Anda.

Gunakan kalimat atau kata-kata yang menarik perhatian orang untuk klik iklan Anda.

Buatlah orang untuk berhenti mencari iklan baris yang lain karena melihat iklan Anda, dan kemudian membaca apa yang Anda tawarkan dalam iklan tersebut.

Sesuaikan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Think Creative..! Berpikirlah kreatif dalam menulis judul iklan ataupun artikel.

Artikel terkait : Cara membangun backlink berkualitas dan optimasi SEO dengan website iklan baris

Interest

Setelah Anda berhasil mencari perhatian audience atau pengunjung website maupun pencari informasi di seach engine, Anda juga harus bisa membuat orang tertarik untuk minimal menyimak atau membaca lebih lanjut.

Point ini bisa di terapkan dalam judul maupun isi dari penawaran / iklan Anda.

Desire

Desire adalah hasrat, gairah, membuat orang bergairah..

Kok gitu… Maksudnya gimana..? Kembali Saya pakai contoh..

iklan beli apartemen dapat suami

Kalau tadi dapet ISTRI, sekarang dapet SUAMI

Hahaha.. Ada-ada aja orang periklanan memang..

SUAMI pada gambar di samping ternyata adalah singkatan dari Speedy, U see TV, AC, Matrass, Interior.

Kembali ke Desire tadi..

Setelah berhasil mencuri perhatian (Attention), sehingga orang tertarik (Interest) untuk membaca atau mengetahui lebih lanjut, lalu di gunakanlah rumus Desire disini, dengan kata-kata promosi yang terbatas dan bersifat urgent.

Contohnya ini : “Buruaaan!! Hanya ada 8 SUAMI lho..

Paham maksud Saya kaan..?

Disinilah letak unsur Desire atau hasrat atau gairah untuk membeli.

Mungkin Orang yang nyimak akan berfikir gini :

Naah ini.. Saya sudah pingin banget tinggal di apartemen. Udah gak betah tinggal sama mertua yang cerewet.. Kapan lagi Saya bisa dapat apartemen keren plus sudah termasuk dapet SUAMI. Speedy, U see TV, AC, Matrass, Interior. Udah komplit tinggal nempatin aja… Waduh, Cuma ada kesempatan untuk 8 orang. Harus buru-buru nih.. Telpon dan Tanya-tanya dulu aah..
Dan akhirnya akan terjadi peluang untuk closing, karena calon konsumen sudah berminat dan melihat ini sebagai suatu yang bersifat urgent. Sehingga kalau sampai dia tidak ambil tindakan, dia akan rugi !! Maka terjadilah…

Action to buy

Kata-kata “Telpon dan Tanya-tanya dulu aah..” itulah yang disebut Action to buy.

Tentu saja hal ini adalah yang paling di tunggu-tunggu oleh penjual atau pengiklan.

Bisa jadi orang menelepon dan sekedar tanya-tanya, atau memang serius dan benar-benar membeli atau memakai jasa yang kita tawarkan. Tergantung pinter-pinternya kita untuk melakukan yang namanya “Teknik CLOSING”.

Rumus AIDA ini termasuk dalam pembahasan ebook yang Saya buat, sebagai bonus dari Program iklanin massal.

Jualan laris dari iklan baris, Download Gratis

 

Klik >> Download panduan pasang iklan di internet yang efektif

Teknik Closing inilah yang sering orang pelajari dalam dunia Marketing, baik via online maupun offline.

Closing adalah proses terjadinya penjualan dan negosiasi sampai DEAL.

Sehingga Rumus AIDA ini sering di tambah C, jadi AIDA+C

Tentunya hal ini bukan tanpa kendala, karena biasanya ada keberatan-keberatan yang di ajukan oleh konsumen. Saya tidak akan bahas itu, karena sudah ada e-book tersendiri tentang teknik closing dengan berbagai metode menangani keberatan.

cara menangani keberatan pelanggan

 

Silahkan Download GRATIS di Member Area, bagi yang sudah terdaftar sebagai member di iklanin.net.

Pada prinsipnya sama saja..

Pemasaran atau bisnis via internet (online) maupun Bisnis Offline memerlukan Rumus AIDA dalam iklan ataupun Promosi.  Demikianlah, artikel mengenai Penerapan Rumus AIDA dalam iklan Pemasaran Above The Line. 

Semoga bermanfaat untuk Anda semua dalam penerapan di Bisnis masing-masing.

Sukses untuk Kita semua…

Facebook Comments

2 thoughts on “Penerapan Rumus AIDA dalam iklan Pemasaran Above The Line”

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.